Judulnya menyeramkan ya, "Ditelpon Orang mati". Tapi yang akan saya ceritakan ini adalah kejadian yang benar-benar nyata adanya. Bukan suatu karangan untuk mencari sensasi atau mengada-ada. Mungkin ada yang beranggapan begitu, tapi itulah yang terjadi sebenarnya Ditelpon orang mati. Mungkin akan banyak sekali pertanyaan yang akan muncul menyangkut cerita ini. Bagaimana itu bisa terjadi? Mana mungkin orang sudah mati bisa melakukannya? Hp-nya dari mana? Dan lain-lain pertanyaan, yang semuanya mungkin tidak ada yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan.
Saya sendiri ketika mendengar cerita tentang anaknya yang ditelpon orang mati, sempat hampir tidak percaya. Ketidakpercayaan itu gugur karena yang bercerita itu keponakan saya sendiri, yang saya tahu kredibilitasnya sebagai seorang guru. Dan yang mengalami kejadian ini adalah anak dari keponakan saya, sebut saja Sri. Lha yang meninggal ini sebut saja Amir, Kakak Sri. Begini ceritanya :
Amir sudah tiga tahunan ini bekerja di Jakarta sebagai pegawai negeri di dalah satu instansi pemerintah dan adiknya si Sri juga tidak ada di rumah orang tuanya karena sudah bekerja seperti teman-temannya yaitu bekerja di luar negeri sebagai TKW.
Setelah bekerja di Jakarta sebagai pegawai salah satu instansi pemerintah, Amir ini mempunyai prestasi yang akhirnya memberikan dampak yang sangat positif terhadap jenjang kariernya, sehingga belum genap tiga tahun ia sudah bisa menempati sebuah rumah dinas yang cukup layak Namun belum berapa lama ia bisa menikmati jerih payahnya bekerja ia mengidap suatu penyakit yang sangat mengkhawatirkan. Beberapa kali ia keluar masuk rumah sakit tidak membawa perubahan yang berarti. Dikarenakan kondisi isterinya sedang hamil tua, maka Amir memilih untuk dirawat orang tuanya yang berada di kampung, di daerah salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Mungkin sudah menjadi suratan takdir kali ya, tidak lama ia dirawat di kampung halamannya, akhirnya ia meninggal dunia.
Dua hari setelah Amir meninggal dunia itulah cerita ditelpon orang mati ini bermula. Hari itu Sri menelpon bapaknya dari luar negeri, setelah bertanya beberapa hal seperti umumnya seorang perantau akhirnya dia bercerita bahwa kemarin ia ditelpon sama kakaknya (Amir), si Amir tanya kapan kamu mau pulang? Dia juga katanya dalam minggu ini pingin pulang kampung.
Pada saat itu, hampir saja keponakan saya ingin menceritakan kejadian yang sebenarnya, untung saja tidak jadi. Padahal kurang lebih empat hari sebelum meninggal, Amir sudah tidak bisa apa-apa lagi.
Lalu siapa yang menelpon?
Wallahua'lam.
Image : Pixabay.com
Image : Pixabay.com
sama
BalasHapus